TAWARAN BASA-BASI BIKIN LIBURAN BASI
Pekan ke-3 dan ke-4 di bulan Desember ini benar-benar menjadi surga para pekerja. Dua hari besar yang mengapit akhir pekan membuat libur jadi panjang. Apalagi ada “kewajiban” untuk cuti bersama dari perusahaan. Kesempatan yang sungguh langka (Tentu di luar libur lebaran). Bisa liburan selama 6 hari, tanpa perasaan bersalah, meninggalkan pekerjaan kantor yang sebenarnya berlimpah ruah.
Niat liburan sudah ada. Dana pun diada-adakan. Rencana besar telah disusun, termasuk membobok celengan untuk tambah-tambah biaya perjalanan. Tapi tiba-tiba tit…tit… SMS masuk. Bunyinya: “Om, aku dan keluarga tanggal 21 mau ke Jkt. Tlg dianter muter-muter ya?” SMS dari kerabat yang bikin “berantakan”.
Ditolak? Ah tak mungkin…mengecewakan mereka. Apalagi, kami berkali-kali (basa-basi) mengundang mereka agar main ke Jakarta saat kami bertandang ke rumahnya. Dan ini rasanya menjadi ajang “balas jasa” kami untuk mereka. Maklum, setiap kali kami “berlibur” ke rumah mereka, mereka jugalah yang menjadi pemandu kami. Makanya, meski berat, ya harus dilayani.
Pengalaman hampir sama terjadi beberapa waktu lalu. Seorang kenalan dari luar pulau tiba-tiba nelepon, bahwa ia sudah di Jakarta dan minta saya datang ke hotel, tempat ia menginap. Ya, seharian saya terpaksa jadi guide-nya. Bahkan dia saat pulang, saya terpaksa ngabur dari kantor untuk mengantarkannya ke bandara. Saya tak enak hati dia sendirian di belantara Jakarta. Apalagi saat saya ada kerjaan di kampung halamannya, dia lah sang penunjuk jalan sekaligus informan. Dan (celakanya) saya pernah janji, kalau dia ke Jakarta akan saya janji mengajak ke tempat-tempat yang dia ingin kunjungi. Basa-basi ternyata kerap bikin basi! Kapok!