Wednesday, November 14, 2007

Yang Tercecer dari Aksi Hijau Senayan (3)

SIAPA YANG MAU MENYUSUL HONDA?
Gila lo ya? Bikin funbike gratis! Nombok berapa lo?
Itu SMS yang masuk ke HP gw. Dari temen yang suka sepedaan. Jawaban gw, sih juga singkat. ”Nombok Kathok dan gw sampai sekarang masih waras!”  Gw memang tidak nombok apa-apa. Malah bathi, alias untung. Dapat kaos dan makanan. Selebihnya enggak keluar apa-apa. Kecuali menyisihkan waktu beberapa saat untuk rapat persiapan. Itu pun sekalian ngumpul dengan teman-teman untuk cela-celaan.
Ya, Aksi Hijau Senayan (AHS) memang dari sekian acara funbike yang gratis. Ini empat kali saya mengikuti funbike atau ”kampanye” sepeda, yang dapat gratis makan dan kaos. Pengalaman pertama, saat ikut B2W day di Monas, tahun 2006. Acara kedua, Jakarta Bersepeda. Kala itu saya malah ikut membantu panitia. Acara yang dihadiri oleh Bang Foke dan Andi Malarangeng dan diadakan di Monas bebarengan dengan acara yang diadakan PKS. Maklum saat itu lagi kampenye pilkada. Yang ketiga adalah B2W day. Ketiga acara ini diprakarsai oleh B2W. Dan yang terakhir adalah Aksi Hijau Senayan.
    Soal dari mana biaya itu, saya kurang paham. Tapi besar kemungkinan pasti dari sponsor, seperti yang tercantum di kaos. Kalau tidak, dermawan mana yang mau nombok.

Di acara Aksi Hijau Senayan ini saya juga tidak tahu siapa yang mengeluarkan biaya. Pastinya dari sponsor, salah staunya adalah Honda. Mudah-mudahan, sih, banyak sponsor yang mau membiayai acara sepeda atau funbike. Ayo siapa mau menyusul Honda?
Posted by CAK KRIS at 12:24:15 | Permalink | No Comments »

Tuesday, November 13, 2007

Yang Tercecer dari Aksi Hijau Senayan (2)

”GUGATAN” UNTUK PERAIH DOORPRIZE UTAMA

”Huh… yang dapat kok, malah peserta komunitas motor,” gerutu salah seorang peserta.

Ya, sepeda Giant Anthem yang menjadi impian semua peserta Aksi Hijau Senayan, akhirnya jatuh ke salah seorang peserta dari komunitas Honda Vario. Begitu sepeda diserahkan, prai beruntung itu langsung menjajal si “Gianto” di depan panggung. Rekan-rekan se-klub juga turut bergembira dan berfoto bersama.
Tapi ada juga yang enggak rela, si Gianto, jatuh ke tangan klub motor. Harusnya ke tangan peserta yang sudah menyepeda. Seperti gerutu di atas. Tapi yang namanya rezeki, milik, siapa sih yang tahu? Jadi, aneh, jika ada yang tak rela.
Bagi saya, siapapun yang mendapat durian runtuh itu , rela-rela saja (Gimana tak rela, wong panitia enggak dapat jatah kupon). Justru mungkin ada nilai positifnya, sepeda seharga Rp 9 juta lebih itu jatuh ke tangan anggota komunitas motor. Siapa tahu, setelah mendapat hadiah itu, si pemenang jadi doyan bersepeda. Dan akhirnya, kemana-mana naik sepeda. Terus kalau sudah ketagihan, ajak-ajak teman klub-nya. Jadi komunitas sepeda makin banyak dan ngremboko. Selamat deh, Bro. Jangan lupa, sepedanya dipakai ya? Kalau sudah bosen, bilang ke kita-kita ya? :)) Foto: nining-KCC

Posted by CAK KRIS at 10:13:07 | Permalink | Comments (3)

Yang Tercecer dari Aksi Hijau Senayan (1)

JATAH MAKAN SIANG PANITIA ”DIJARAH”
Sebagian panitia terpaksa gigit jari. Jatah makan siang ludes ”dijarah” peserta. Kenapa bisa begitu?

Pesta Aksi Hijau Senayan (AHS) telah usai. Panitia bisa bernapas lega karena acara fun bike dan penanaman 1000 pohon di area Gelora Bung Karno ini berjalan sesuai rencana. Apalagi target peserta juga terpenuhi. Dari catatan panitia, sekitar 2200 peserta mengikuti acara ini. Dan yang menggembirakan, aksi yang diprakarsai Kompas Gramedia ini banyak mendapat liputan media massa.
Tapi tiada gading yang tak retak. Setelah Ata, mengumumkan doorprize utama dan peserta mulai meninggalkan arena, tiba-tiba di tenda konsumsi terjadi hiruk pikuk. Rupanya para peserta ”menjarah” jatah makan siang panitia dan paket konsumsi yang tersisa.
Bahkan menurut kesaksian teman, cangkul dan skop yang dipakai untuk menanam pohon pun ikut diangkut.
Pemandangan itu membuat gw miris. Luapan kebahagiaan yang sudah nyaris meledak di puncak, karena acara berjalan sesuai rencana, tiba-tiba lumer. Jujur saya mengelus dada dan bertanya-tanya. Kenapa mereka bisa bertindak anarkis begitu? Inikah miniatur mentalitas bangsa kita? Saya enggak berani menjawabnya.
Saya bertanya-tanya, apa sih kurangnya panitia. Sudah diberi kaos yang secara kualitas bagus. Bukan kaos gratis kelas kampanye. Snack box yang dibagikan isinya sangat memadai. Lebih dari cukup untuk menganjal perut ukuran orang dewasa. Bahkan dilengkapi dengan buah jeruk segala. Peserta juga punya kesmepatan meraih beragam hadiah. Kenapa, kok, masih mejarah?
Mungkin karena ada kesempatan. Penjagaan tenda konsumsi memang agak longgar, ketika semua peserta sudah kebagian. Bahkan, beberapa peserta yang minta jatah snack box masih diberi. Sementara untuk kotak makan siang ditolak karena memang hanya untuk panitia. Akhirnya sifat jelek manusia pun muncul. Ya, ibarat diberi segunung emas, ia pasti akan minta gunung yang lain. Saya jadi ingat pesan Bang NAPI. Kira-kira bunya begini: Waspadalah! Waspadalah. Kejahatan bisa karena ada kesempatan!

Posted by CAK KRIS at 08:41:21 | Permalink | Comments (3)

Wednesday, November 7, 2007

AKSI HIJAU SENAYAN - B 217 AN

-KGC, Komunitas Karyawan pecinta sepeda di Kompas Gramedia, punya gawe lagi. Sukses dengan gelaran Mangrove Chalanger 07, gelaran kedua adalah Aksi Hijau Senayan..

Aksi Hijau Senayan (AHS) punya dua tujuan. Pertama tentu, KGC atau paling tidak orang-orang yang membiayai acara ini berharap sepeda bisa menjadi alternatif sarana transportasi. Seperti kampanye yang dilakukan oleh komunitas B2W. Komunitas ini memang yang mencetuskan sepeda sebagai sarana transportasi ke tempat kerja. Kedua, karena acara ini juga diisi dengan menanam pohon, maka pelestarian alam tetap jadi tujuan utama. Pengabungan dua kegiatan ini memang tepat karena tujuannya tetap sama., pencegahan global warming. kampanye yang sekarang sedang digembor-gemborkan, tapi belum banyak langkah nyata.

Karena AHS ini sifatnya kampanye, maka pihak panitia sengaja tak mau membebani peserta. Bahkan, mungkin ini yang pertama kali sebuah fun bike berskala besar diselenggarakan gratis!(mohon dikoreksi jika tulisan ini salah) Padahal seperti layaknya sebuah fun bike. Peserta akan mendapatkan kaos, snack, dan berpeluang mendapat doorprize, sebuah sepeda senilai 10 juta!
Memang pada saat yang sama, ada acara Bicycle For Earth Goes To Bali 2007
yang acaranya digagas oleh B2W. Bahkan di hari yang sama Trans Bike, komunitas sepeda di Trans TV dan Trans TV juga menggelar acara sepeda. Tapi rupanya teman-teman panitia tak gentar. KGC tak menganggap acara B2W sebagai saingan. Begitu juga acara di Trans Bike. Kenapa saingan kalau tujuannya sama. Mari sama-sama untuk meyelamatkan bumi. Jadi inget istilah tempo dulu yang masih sering ditulis di bak truk. Berdua satu tujuan ditulis B 217 AN.

Posted by CAK KRIS at 06:41:41 | Permalink | Comments Off