Sekretaris Kok Tulisannya Jelek
Dulu jamaknya di sususan panitia yang ditunjuk sebagai sekkteraris pasti tulisannya bagus dan tarik-tarik. Dan bisa dipastikan saat SD tentu nilai pelajaran menulis halus dan sambung di atas tujuh. Makanya, saya tak pernah sekali pun bisa memegang jabatan itu. Maklum, tulisan saya kayak ceker ayam. Dulu, kalau toh dilibatkan jadi panitia, biasanya menjadi seksi perlengkapan, dokumentasi atau kesenian. Kalau toh menjadi panitia inti, jabatan saya jadi bendahara atau pernah sesekali jadi paketu.
Anehnya setelah 15 tahun kemudian dan aktif di kegiatan kompleks, saya justru menjadi sekretaris abadi. Mulai dari kegiatan kegiatan masjid (Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dll) hingga kegiatan warga (entah tujuh belasan dll). Itu sudah berlangsung selama 3 tahun. Ketua, bendahara dan seksi lain-lain boleh berganti, tetapi sekretaris tetap saya. Aneh, kan?
Jujur saya baru menyadari belakangan ini. Kenapa ya, saya selalu didapuk menduduki posisi yang pada zaman muda dulu belum pernah aku "jabat"? Analisa saya banyak. Mungkin karena karena warga tempat saya tinggal tidak tahu, sebenarnya tulisan tangan saya jelek. Meski belakangan "rahasia" itu akhirnya terbongkar, saat saya menjadi bagian dari panitia Pemilihan Bupati Tangerang di TPS 023. Atau fungi sekretaris sekarang tak mengandalkan tulisan tangan?
Memang zaman telah berubah. Sebagai sekretaris saya menulis tangan paling saat mencatat notulen rapat. Setelah itu saya salin ke komputer. Yang diketahui umum, paling hanya tanda tangan saya.
Entah lah.... setelah kasus tulisan tangan ini "terbongkar" apakah saya predikat "sekretaris abadi" bakal tergusur? Jika itu terjadi saya malah bersyukur. Ini ungkapan jujur!
Anehnya setelah 15 tahun kemudian dan aktif di kegiatan kompleks, saya justru menjadi sekretaris abadi. Mulai dari kegiatan kegiatan masjid (Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha dll) hingga kegiatan warga (entah tujuh belasan dll). Itu sudah berlangsung selama 3 tahun. Ketua, bendahara dan seksi lain-lain boleh berganti, tetapi sekretaris tetap saya. Aneh, kan?
Jujur saya baru menyadari belakangan ini. Kenapa ya, saya selalu didapuk menduduki posisi yang pada zaman muda dulu belum pernah aku "jabat"? Analisa saya banyak. Mungkin karena karena warga tempat saya tinggal tidak tahu, sebenarnya tulisan tangan saya jelek. Meski belakangan "rahasia" itu akhirnya terbongkar, saat saya menjadi bagian dari panitia Pemilihan Bupati Tangerang di TPS 023. Atau fungi sekretaris sekarang tak mengandalkan tulisan tangan?
Memang zaman telah berubah. Sebagai sekretaris saya menulis tangan paling saat mencatat notulen rapat. Setelah itu saya salin ke komputer. Yang diketahui umum, paling hanya tanda tangan saya.
Entah lah.... setelah kasus tulisan tangan ini "terbongkar" apakah saya predikat "sekretaris abadi" bakal tergusur? Jika itu terjadi saya malah bersyukur. Ini ungkapan jujur!


klo dlu emang yg tulisan plg bagus mas
tp klo skrg yg pling setia nemenin boss kayaknya....
mnrt gw paling tetap jd sekretarisĀ (Comment this)