SI MAS KENA TYPHUS
Kemarin malam kami (saya dan istri) curiga. Lho, kok, badan Si mas panas lagi. Ya, Sabtu lalu Si Mas memang demam tinggi. Suhu badannya sampai 38 derajat. Seperti kebiasaan kalau panas, Si mas enggak bisa tidur. Bibirnya dremilil (ngoceh) yang enggak jelas. Saya dan istri terpaksa begadang semalaman. Takut kenapa-kenapa, akhirnya Minggu pagi dibawa ke Polinlinik UIN. Dokter mendiagnose Si mas kena radang tenggorokan. Tiga obat pun harus kami tebus. Proxion (paracetamol micronized) 250 m untuk menurunkan demam, Alco plus DMT 100 ml untuk batuk dan puyer antibiotik.
Dua hari istirahat dan minum obat, Si Mas sudah bregenggeng alias sehat. Janji untuk pergi nonton show Tom and Jerry di PI pun dipenuhi istri. Anehnya, malamnya Si Mas demam lagi. Dan kami pun mulai curiga. Tapi sempat menghibur diri. Jangan-jangan karena akan tumbuh gigi. Maklum, pada saat bersamaan, gigi mas kelihatan mo tumbuh. APalagi ada kepercayaan di jawa, kalau anak panas biasanya sedang memasuki fase tertentu, misalnya tumbuh gigi, mau bisa jalan, bicara dll.
Tapi ketika Jumat pagi kondisi Mas tak membaik, kami tak peduli lagi dengan kepercayaan tersebut. Saya yakin, pasti ada sesuatu. Apalagi Mas mengeluh perutnya sakit. Wah kalau enggak DBD pasti phypus. Bener, begitu tes darah, Mas kena Thypus. Ya sudah akhirnya ia harus istirahat. Untung dokter menyarankan dirawat di rumah saja. Tapi jika mas enggak mau makan, kami sudah sepakat membawanya ke RS.
Saat ini kami sedang menganalisa, kira-kira apa penyebab Mas kena Thypus. Makanan, minuman atau kebersihan di rumah. Tentu yang paling penting adalah menjaga agar virus itu tak kambuh lagi. Makanya istirahat harus dijaga. Aduh ada SMS nih... "Om aku sudah di Gambir. Besok jam 04 dijemput". Waduh ada kerabat yang kemarin janji mau ke Jakarta, akhirnya datang juga. Yo wis...tidur dulu.
Berita tertaut
Basa basi yang Bikin Liburan Basi

