Jumat, Juni 06, 2008

Tela-Tela Versi Saya

Kemarin kebun panen ketela alias singkong. Istri dah bingung mo bikin apa. Gethuk, sudah. Kemarin coba-coba istri bikin
combro yang sama sekali tak saya suka. Beberapa potong cobro hangat saya bawa ke kantor. Lumayan bisa bikin "ribut" teman-teman.
Kemarin, ketika pulang tenggo, kulihat masih ada setumpuk singkong di dapur. Nah sebelum pergi tahlilan ke rumah Pak Yusnan sempat minta tolong istri untuk mengukus singkong beberapa potong. Pulang dari tahlilan, saya potong-potong kecil seukuran kentang goreng yang biasanya ditawarkan di resto cepat saji. Potongan itu lantas saya rendam dengan bumbu bawang putuh 3 siung, ketumbar dan tentu garam.
Paginya, potongan ini saya goreng. Ternyata enak juga ya? Si Mas yang biasanya tak doyan, langsung angkat jempol dua.
Ide ini muncul ketika membaca bisnis tela-tela di NOVA. Cuma saya kurang sreg dengan bumbu yang ditawarkan Tela-Tela. Ternyata dengan bumbu ala kadarnya, Tela-Tela model saya juga enak disantap. :))
Posted by CAK KRIS at 16:52:36 | Permanent Link | Comments (0) |

Selasa, Juni 03, 2008

Tahi Ayam

Ketika membicarakan bagaimana mengelola sampah di lingkungan perumahan, Rapat RW Sabtu malam mendadak bingar. Apalagi setelah saya jelaskan bahwa dengan mengelola sampah sendiri, pengeluaran RW untuk pengangkutan sampah jadi nihil. Ups...tunggu dulu!
Itu berita gembiranya. Namun untuk menuju ke sana, perlu kesadaran semua pihak. Saya sempat tanya bagaimana tanggapan Ibu-Ibu soal pelatihan pengelolaan sampah tempo hari. Ternyata masih banyak suara sumbang. "Untuk apa bikin, wong beli saja bisa kok." Nah, kalau masih ada suara-suara sumbang, niscaya deh, program ini tak bakal jalan.
Ya, mengelola sampah dalam lingkup RW memang tidak mudah. elu kesadaran semua. Karena inti dari program ini adalah pemisahan sampah dari rumah tangga. Bagaimana jika tiap warha diberi kotak sampah yang beda. Organik dan non organik? Itu bisa, tapi bukan jaminan. Bisa saja warga membuang sampah tak dipisah. Toh, meraka tidak salah. Tiap bulan, kan, sudah membayar iuran.
Jadi mustahil dong? Rasanya sih, tidak. Kayaknya lebih efektif, kita beri contoh. Setelah berhasil, mudah-mudahan virus ini akan menular ke tetangga. Ya, makanya sekarang saya lagi getol belajar pada Pak Sob
Posted by CAK KRIS at 17:28:29 | Permanent Link | Comments (0) |