DIKADALI AYAM, PERNAHKAH?
Profesi ini nyaris tanpa ketrampilan. Jadi siapa pun bisa melakukannya. Pria, wanita, dewas, bahkan anak-anak pun bisa. Syaratnya hanya satu, tidak bisu! Ya itulah ayam yang selalu berkeliaran di terminal, entah yang beneran atau yang bayangan. Malah kadang mereka kerja di ujung jalan atau di tikungan, halte dan tempat para angkutan kota ngetem.
Ayam memang Pak Ogah alias polisi "Pekgo". Sama-sama jual jasa kepada para pengendara mobil dan harus rela berpanas-panas atau kehujanan di tengah jalan (kalau kehujanan di tengah jalan kenapa tidak lewat pinggir jalan aja- Ini dagelan siapa ya, bukan Basiyo, kan?). Cuma bedanya, tugas ayam adalah mecari atau tepatnya membujuk calon penumpang agar naik ke angkot, bus, atau mikrolet yang diayami. Sementara jasa Pak Ogah, mencarikan jalan mobil di persimpangan.
Untuk jasa mengayami ini tarifnya beda-beda. Di Pasar Ciputat, Tangerang tiap ayam yang berhasil memasukkan penumpang ke angkot mendapat upah Rp 3 ribu. Di sana, ada 5 sampai 10 ayam. Makanya kalau pas jam-jam sibuk, biasanya sekitar jam 17.00 sampai jam 19.00 malam, teriakan-teriakan mereka sangat riuh.
Jika penumpang banyak, tak angkot tak sampai 5 menit ngetem sudah jalan. Jika sepi, bisa-bisa 15 – 20 menit baru berangkat. Ukuran upah ayam memang tidak dengan waktu, tetapi oleh penuhnya penumpang atau kemauan sang sopir. Kadang kala, sang sopir memilih berangkat saja, meski penumpang belum penuh.
Mari kita hitung-hitungan penghasilan profesi ini. Jika diambil rata-rata tiap angkot penuh 15 menit, maka tiap jam dia mendapatkan uang Rp 3.000 x 4 = Rp 12.000. Jika ia bekerja sehari 8 jam maka sehari dapat Rp 96.000. Sebulan (dengan asumsi Sabtu dan Minggu libur) ia dapat Rp 1.920.000. Tak ada potongan pajak, tak pernah dibentak-bentak bos dan kerja bisa seenaknya.
Hanya saja profesi ini selalu kadal-kadalan. Untuk menarik penumpang, ia sengaja memasang "kacung" di dalam, seolah-olah penumpang sudah ada. Setelah mulai ada penumpang, si kacung keluar. Saat bangku masih 5 saja, si ayam selalu teriak, tinggal dua dan langsung berangkat. Padahal begitu pantat calon penumpang duduk, si ayam masih teriak-teriak dan angkot tetap belum jalan. Pernahkah Anda dikadali ayam?



Komentar terakhir
pemerintah endonesa itu kayak anak abegeh
klo dlu emang yg tulisan plg bagus mas<