Sabtu, Desember 22, 2007

SI MAS KENA TYPHUS

Kemarin malam kami (saya dan istri) curiga. Lho, kok, badan Si mas panas lagi. Ya, Sabtu lalu Si Mas memang demam tinggi. Suhu badannya sampai 38 derajat. Seperti kebiasaan kalau panas, Si mas enggak bisa tidur. Bibirnya dremilil (ngoceh) yang enggak jelas. Saya dan istri terpaksa begadang semalaman. Takut kenapa-kenapa, akhirnya Minggu pagi dibawa ke Polinlinik UIN. Dokter mendiagnose Si mas kena radang tenggorokan. Tiga obat pun harus kami tebus. Proxion (paracetamol micronized) 250 m untuk menurunkan demam, Alco plus DMT 100 ml untuk batuk dan puyer antibiotik.
Dua hari istirahat dan minum obat, Si Mas sudah bregenggeng alias sehat. Janji untuk pergi nonton show Tom and Jerry di PI pun dipenuhi istri. Anehnya, malamnya Si Mas demam lagi. Dan kami pun mulai curiga. Tapi sempat menghibur diri. Jangan-jangan karena akan tumbuh gigi. Maklum, pada saat bersamaan, gigi mas kelihatan mo tumbuh. APalagi ada kepercayaan di jawa, kalau anak panas biasanya sedang memasuki fase tertentu, misalnya tumbuh gigi, mau bisa jalan, bicara dll.
Tapi ketika Jumat pagi kondisi Mas tak membaik, kami tak peduli lagi dengan kepercayaan tersebut. Saya yakin, pasti ada sesuatu. Apalagi Mas mengeluh perutnya sakit. Wah kalau enggak DBD pasti phypus. Bener, begitu tes darah, Mas kena Thypus. Ya sudah akhirnya ia harus istirahat. Untung dokter menyarankan dirawat di rumah saja. Tapi jika mas enggak mau makan, kami sudah sepakat membawanya ke RS.
Saat ini kami sedang menganalisa, kira-kira apa penyebab Mas kena Thypus. Makanan, minuman atau kebersihan di rumah. Tentu yang paling penting adalah menjaga agar virus itu tak kambuh lagi. Makanya istirahat harus dijaga. Aduh ada SMS nih... "Om aku sudah di Gambir. Besok jam 04 dijemput". Waduh ada kerabat yang kemarin janji mau ke Jakarta, akhirnya datang juga. Yo wis...tidur dulu.

Berita tertaut
Basa basi yang Bikin Liburan Basi

Posted by CAK KRIS at 07:29:00 | Permanent Link | Comments (0) |

Jumat, Desember 21, 2007

TIGA MENIT LEPAS KULIT

Seharian tadi sibuk ngurusin kurban. Ya, seperti tahun-tahun sebelumnya, selalu kedapuk jadi panitia. Tugasnya, tak jauh-jauh dah, jadi carik. Kesibukan sebenarnya sudah mulai terasa sejak malam takbiran. Karena saya harus menyiapkan name tag panitia dan hewan kurban.
Memang kambing kurban di kompleks saya memang naik pangkat. Sebelum dan sesudah disembelih, dikalungi name tag. Smile. Maksudnya, sih biar tidak tertukar. Ohh ya... tahun ini jumlah hewan kurban, kambing 42 sapi 3. Cukup besar untuk kompleks yang dihuni sekitar 125 KK.
Untuk menyembelih 45 hewan tersebut panitia hanya mempekerjakan 3 tenaga ahli yang khusus menguliti. Dia lah Pak Nono (tanpa K ya?) dkk yang didatangkan dari Wonosobo. Mereka datang bersama kambing-kambing pesanan warga. Pak No, memang sudah menjadi langganan warga kami untuk urusan kambing dan sapi. Rombongan ini selalu muncul tiap menjelang lebaran haji. H-3 mereka biasanya sudah datang beserta "rombongan" embeknya. Nah, begitu datang, warga langsung memilih pesanannya.
Sebagai upah menguliti, Pak No, hanya minta kulit dan kepala kambing dan sapi. Katanya, kulit kambing saat lebaran haji ini hanya laku Rp 10 ribu (entah dia bohong atau tidak). Sedangkan skin sapi dihargai Rp 125 ribu.
Tadi iseng-iseng menghitung berapa lama Pak No, menguliti kambing sampai mengeluarkan "dalemannya". Dengan modal stopwatch di HP, ternyata Pak No bisa menyelesaikan dalam waktu 3 menit! Wah, hebat bener ya? Dengan catatan, kambing yang jadi "korban" kambing kelas A (artinya bersarnya menengah)
Jadi kepikiran, menyeset alias menguliti bisa dilombakan. Apalagi jika dalam jumlah banyak plus hadiah besar. Sekarang kan, lomba aneh-aneh. Megangin mobil saja, dilombakan. Dan saya tentu menjagokan, Pak No. Sayang lomba demikian jarang yang melirik. Mungkin karena pesertanya pasti wong cilik. Sampai ketemu tahun depan, Pak No.
Posted by CAK KRIS at 06:36:05 | Permanent Link | Comments (0) |

Kamis, Desember 20, 2007

TAWARAN BASA-BASI BIKIN LIBURAN BASI

Pekan ke-3 dan ke-4 di bulan Desember ini benar-benar menjadi surga para pekerja. Dua hari besar yang mengapit akhir pekan membuat libur jadi panjang. Apalagi ada "kewajiban" untuk cuti bersama dari perusahaan. Kesempatan yang sungguh langka (Tentu di luar libur  lebaran). Bisa liburan selama 6 hari, tanpa perasaan bersalah, meninggalkan pekerjaan kantor yang sebenarnya berlimpah ruah.

Niat liburan sudah ada. Dana pun diada-adakan. Rencana besar telah disusun, termasuk membobok celengan untuk tambah-tambah biaya perjalanan. Tapi tiba-tiba tit...tit... SMS masuk. Bunyinya: "Om, aku dan keluarga tanggal 21 mau ke Jkt. Tlg dianter muter-muter ya?" SMS dari kerabat yang bikin "berantakan".

Ditolak? Ah tak mungkin...mengecewakan mereka. Apalagi, kami berkali-kali (basa-basi)  mengundang mereka agar main ke Jakarta saat kami bertandang ke rumahnya. Dan ini rasanya menjadi ajang "balas jasa" kami untuk mereka. Maklum, setiap kali kami "berlibur" ke rumah mereka, mereka jugalah yang menjadi pemandu kami. Makanya, meski berat, ya harus dilayani.

Pengalaman hampir sama terjadi beberapa waktu lalu. Seorang kenalan dari luar pulau tiba-tiba nelepon, bahwa ia sudah di Jakarta dan minta saya datang ke hotel, tempat ia menginap. Ya, seharian saya terpaksa jadi guide-nya. Bahkan dia saat pulang, saya terpaksa ngabur dari kantor untuk mengantarkannya ke bandara. Saya tak enak hati dia sendirian di belantara Jakarta. Apalagi saat saya ada kerjaan di kampung halamannya, dia lah sang penunjuk jalan sekaligus informan. Dan (celakanya) saya pernah janji, kalau dia ke Jakarta akan saya janji mengajak ke tempat-tempat yang dia ingin kunjungi. Basa-basi ternyata kerap bikin basi! 
Kapok!

Posted by CAK KRIS at 21:03:09 | Permanent Link | Comments (0) |

Senin, Desember 10, 2007

PRAJURIT SEJATI

Lega. Hari ini akhirnya diumumkan! Aku jadi prajurit (lagi). Ya, memang sejatinya aku seorang prajurit (sejati). Yang lebih suka bergumul dengan lumpur dan menghirup debu jalanan. Bukan potongan sersan apalagi kapten yang mengkomando dari markas besar. Alhamdulillah, akhirnya aku dikembalikan ke habitat aslinya. Semoga bisa berkembang dan cepat beradaptasi.
Tanggal 14 Desember remi menerima SK. Tapi masih harus bawa pecut sampe akhir tahun. Ya...tinggal mengitung hari. Rasanya tak sabar menanti.
Posted by CAK KRIS at 18:24:42 | Permanent Link | Comments (0) |