Wednesday, July 4, 2007

KEPEPET, NYOPET, LALU MENYIAPKAN TIPUAN!

 

Wah…ini pengalaman baru. Jadi desainer grafis. Bikin desain back drop dan spanduk. Cukup menyita waktu memang. Apalagi penguasaan software photoshop masih grutal-grutul. You know grutal-grutul? Tapi karena kepepet, bagaimana lagi. Ya, kadang kalau orang kepepet, semua yang mustahil bisa dilakukan. Setelah semalam begadang, akhirnya kelar juga. Soal hasilnya bagaimana? Itu sih urusan terakhir. Desain yang gw buat ukurannya lumayan, lo, 3 x 5 meter! Dan akan dilihat sekitar 1500 orang.

 

Memang kadang kalau orang lagi kepepet apapun bisa dilakukan. Waktu kecil pernah punya pengalaman. Saat nyolong jambu di pekarangan tetangga, tiba-tiba sang empunya datang. Begitu teriak-teriak, langsung terjun dari pohon yang tingginya 3 meter-an. Anehnya, bisa mendarat dengan mulus bahkan bisa lari sipat kuping. Kalau suruh mengulang, pasti tidak mungkin bisa. Apalagi dalam kondisi yang tenang, tanpa dikejar-kejar!

Gw ngerjain proyek ini juga karena dikejar tengat. Ya, proyek yang enggak jelas, antara urusan kantor atau hobi. Emang ini agak aneh. Acaranya dibiayai kantor, tapi yang mengerjakan adalah karyawan-karyawan yang punya hobi sepeda. Anehnya, bos gw enggak ngerti kalau gw juga terlibat di kepanitiaan ini. Jadi pekerjaan harian tetap jalan, sementara urusan acara juga harus jalan. Makanya kerja dan rapat-rapatnya, biasanya selepas jam kerja. Hasilnya tentu juga tak maksimal. Seminggu sebelum hari H, masih banyak yang bolong-bolong. Itu yang membuat panitia (khususnya) sang ketua stres! Makanya panitia dituntut harus serba bisa. Termasuk saya yang didapuk di seksi acara terpaksa bikin desain. Belum lagi di hari H juga merangkap jadi tukang, kuli, atau apa saja. Enggak apa-apa, sih. Yang penting jangan jadi MC. J

Kalau kepepet tapi menghasilkan sesuatu yang di luar dugaan tentu menyenangkan. Yang sering terjadi, sih, orang berbuat kejahatan setelah ditangkap polisi menyodorkan beragam alasannya kepepet. Nyopet karena ingin makan, istri mau melahirkan, atau anak butuh uang sekolah. Itulah yang sering jadi alasan penjahat kambuhan saat diintrograsi polisi. Apakah alasan-alasan itu akan mengurangi hukuman? Ah…rasanya enggak. Kalau mendatangkan iba, mungkin bisa terjadi.

Kalau itu memengaruhi hukuman pasti polisi tak akan begitu percaya saja. Dia pasti akan ngecek ke rumah tersangka. Apakah benar, istrinya akan melahirkan. Jangan-jangan anaknya sudah gede-gede. Apakah benar anaknya butuh uang sekolah? Apakah benar dia tak bisa makan.

Makanya kalau kepergok berbuat jahat, terus terang saja. Enggak perlu nipu-nipu lagi. Dosanya malah jadi dua. Sudah nyopet, masih nipu lagi.

Posted by CAK KRIS in 16:17:43
Comments

Leave a Reply