Saturday, June 16, 2007

PENGUNGSIAN SAAT LIBURAN

 

SEBENTAR lagi liburan. Enak bagi si anak, sengsara bagi orangtua. Sengsara karena harus menyiapkan buget untuk liburan. Setelah libur, uang lagi untuk keperluan sekolah. Liburan ke rumah nenek saja? Mahal dong harus ke luar kota. Belum lagi, adatnya pulang dari rumah nenek, malah jadi manja dan berlagak jadi raja, karena sang nenek atau kakek tak berani menolak permintaan cucunya. Apalagi jika  liburan tanpa pendampingan orangtua.

            Tapi bagi orangtua yang kerja kantoran, liburan sekolah memang kadang serba membingungkan dalam pembagian cuti. Ya, kalau liburan hari raya jelas pembagiannya. Kalau Lebaran, yang diutamakan tentu yang Islam. Sementara saat Natal, yang Islam gantian yang kerja. Gimana kalau liburan semesteran? Siapa yang berhak cuti?

            Karyawan memang berhak cuti. Tapi kalau saat liburan suti semua, siapa yang akan menggerakkan roda organisasi. Masak kantor juga ikut semesteran! Ini yang kerap bikin keki. Akhirnya, banyak karyawan yang dulu-duluan mengajukan cuti. Yang dulu, biasanya yang berhasil. Masak sih, harus begitu. Enggak adil dong! Yang belakangan, biasnaya ngedumel…. ye…..

            Mungkin itu juga yang membuat sekarang ini banyak lembaga yang mengadakan liburan bersama. Jadi anak tetap bisa liburan, sementara orang tua tetap bisa kerja seperti biasanya. Banyak produk yang membungkus liburan bersama. Mulai dari kreatif (misalnya anak diajak membuat sesuatu), religi, alam, sain, dll. Jadi orangtua cukup bayar program, beres deh.

             Tapi apa iya kita harus demikian. Liburan sebenarnya menajdi kesempatan kita lebih dekat dengan anak-anak. Kalau saat liburan kita juga menyerahkan anak kita ke orang lain, jadi kapan waktunya kita menangani sendiri anak-anak kita. Tiap hari sudah kita tinggal dan abaikan, eh…pas liburan, anak kita ”ungsikan”. Kasihan….

Posted by CAK KRIS in 21:15:17 | Permalink | No Comments »

MENCARI CINTA: KAPAN KAWIN?

KONON ada tahapan yang selalu diucapkan wanita terhadap pria yang berusaha mendekatinya. Saat si wanita masih bau kencur, maka jawabnya “Siapa sih kamu!” Ya, cewek seusia remaja memang lagi singit-singitnya. Kebutuhan kasih sayang dari lawan jenisnya masih menjadi nomor ke sekian. Ia lebih doyan ngumpul atau SMS-an dengan gank-nya.

            Setelah masuk SMU atau kuliah tentu jawabannya lain lagi. Bukan lagi, “Siapa sih kamu” tapi “Siapa ya”. Artinya, si ce membuka pintu bagi pria yang mendekatinya. Tapi hanya mengintip sedikit. Jika cocok, pintu (hati) akan dibuka. Jika tidak berkenan, maka segera kunci rapat-rapat. Bagi seorang pria, kesempatan mendekati terbuka. Makanya perlu persiapan, agar kesan pertama bisa menggoda. Setelah berhasil memikat, kunjungan berikutnya tak perlu siasat.

            Yang paling gampang tentu mendekati wanita di atas usia 30 tahun. Apalagi yang sudah dikejar-kejar keluarga agar segera kawin. Jawabannya, bisa jadi ”Siapa saja”. Kriteria pria idaman kerap terabaikan. Status sang pria pun disingkirkan. Yang penting ia segera berubah status menjadi seorang istri.

            Saya yakin tulisan ini pasti banyak yang protes. Padahal ini teori orang gila. Kalau ditangapi, berarti yang nanggapi sama-sama gila. Tapi silakan saja ditanggapi, memang zamane zaman edan.

Posted by CAK KRIS in 20:48:17 | Permalink | No Comments »

KEJUTAN, YANG FUN AJA DEH!

Kejutan artinya segala sesuatu yang bikin kaget atau sesuatu yang muncul tiba-tiba, tanpa diduga sebelumnya. Ada makna positif, ada juga yang negatif. Yang terakhir ini, misalnya mengejutkan seorang yang jantungan. Wah…itu jelas bahaya dan bisa menimbulkan petaka.

Dulu, saat bulu tangkis Indonesia masih berada di puncak, ada seorang penonton Indonesia yang tiba-tiba meninggal setalah tim Thomas Cup keok di tangan lawan. Begitu juga saat Muhamad Ali tersungkur di atas ring, tiba-tiba tersiar kabar ada penggemarnya yang meninggal. Ah…rupanya hasil pertandingan juga merupakan kejutan.

Anehnya, orang sekarang sangat suka kejutan. Lihatlah, wahana-wahana rekreasi yang membetot nyali banyak bertebaran di mana-mana. Artinya, pasti banyak peminatnya kan. Edannya, kejutan bertaruh nyawa pun banyak yang suka.

Saya pernah menumpang mobil teman yang jika berada di belakang kemudi suka membejek gas mobilnya dalam-dalam.  Meski terpelajar, tapi cara nyopirnya ugal-ugalan. Menyalip dari kiri bukan sesuatu yang tabu. Ah…orang ini memang pantas menjadi pemimpin doa yang handal. Suatu ketika mobil yang kami tumpangi ancang-ancang akan menyalip bus AKAP. Mobil kami sudah menapak marka jalan. Aaaaaa….di depan sebuah sedan juga melaju tak kalah kencang. Dan seisi mobil pun berteriak kegirangan saat sang sopir berusaha menyusup di depan bus.  Cuma saya yang pucat pasi. Pikiran ingat anak, istri dan utang di BRI yang belum lunas. Hanya hitungan detik, mobil sedan pun…wusss melesat cepat.

Kenapa ya orang suka menentang bahaya? Pertanyaan itu yang sampai sekarang belum kutemukan jawabannya. Kalau sekadar menantang maut tanpa tujuan atau hanya sekadar menguji nyali, untuk apa ya? Tapi jika untuk tujuan mulia, menantang maut patut dibanggakan.

 Bikin kejutan itu yang fun-fun saja. Tanpa angin dan hujan tiba-tiba pulang kantor kita mampir di toko mainan. Di bungkus…lalu di letakkan di atas tempat tidur anak. Begitu bangun anak pasti girang dan berusaha mencari ayahnya. Begitu juga ke istri. Bikin kejutan tak harus saat hari istimewa. Mungkin lebih bermakna jika kita lakukan di hari biasa.

Posted by CAK KRIS in 18:40:50 | Permalink | No Comments »