MBAU, GITU AJA DIBAHAS!
Anak zaman sekarang berani. Nyela ayah bukan menjadi barang tabu. Dulu…uh…jangankan nyela, bertatap mata saja tak ada nyali. Jika ayah marah, mending kabur dari rumah atau menyusup di ketiak ibu. Ya, zaman memang sudah berubah. Sekarang cela-celaan anak-ayah justru menjadi sarana lem komunikasi. Apalagi sang ayah juga tak lagi menjaga jarak seperti layaknya tulisan-tulisan di pantat mobil angkutan yang memberi peringatan kepada sopir di belakangnya.
Pagi tadi, si Mas masih selonjor di sofa, belum mandi dan masih mengenakan pakaian tidur plus memeluk guling. Wajahnya tampak suntuk. Ah, si anak mau madol sekolah rupanya, gumanku dalam hati. Saat aku tanya, jawabannya justru membuat aku terkejut. Berikut petikannya.
“Gak sekolah Mas?” tanyaku
“Lagi MBAU.” jawabnya singkat
“Apa tuh MBAU, Markas Besar Angkatan Udara?” kataku penuh tanda tanya.
“Males Banget Taukkk,” jawabnya ringan.
“Kalau gitu bukan MBAU dong. MBTU.” kataku sedikit menggoda dan protes!
“Alah gitu aja dibahas.” Si Mas pun angkat kaki menuju kamarnya.
Gue tersenyum geli. Ya, pagi-pagi sudah diskak 3-0 oleh anak sendiri. Ya itulah anak sekarang.
Tapi ada benarnya juga. Kadang sebagai orang dewasa kita sering membahas hal yang remeh temeh dalam debat kusir yang melelahkan. Kalau ujung-ujungnyaada manfaat aja gak apa-apa. Tapi kalau tidak, kenapa ya, kita harus adu urat.