Tela-Tela Versi Saya
Kemarin kebun panen ketela alias singkong. Istri dah bingung mo bikin apa. Gethuk, sudah. Kemarin coba-coba istri bikincombro yang sama sekali tak saya suka. Beberapa potong cobro hangat saya bawa ke kantor. Lumayan bisa bikin "ribut" teman-teman.
Kemarin, ketika pulang tenggo, kulihat masih ada setumpuk singkong di dapur. Nah sebelum pergi tahlilan ke rumah Pak Yusnan sempat minta tolong istri untuk mengukus singkong beberapa potong. Pulang dari tahlilan, saya potong-potong kecil seukuran kentang goreng yang biasanya ditawarkan di resto cepat saji. Potongan itu lantas saya rendam dengan bumbu bawang putuh 3 siung, ketumbar dan tentu garam.Paginya, potongan ini saya goreng. Ternyata enak juga ya? Si Mas yang biasanya tak doyan, langsung angkat jempol dua.
Ide ini muncul ketika membaca bisnis tela-tela di NOVA. Cuma saya kurang sreg dengan bumbu yang ditawarkan Tela-Tela. Ternyata dengan bumbu ala kadarnya, Tela-Tela model saya juga enak disantap. :))


Ya sudah...terima nasib. Mungkin si mas lagi pengen jauh dengan ayahnya.
Baru nyadar beberapa menit lalu kalau besok V-Day. Untuk urusan ginian, gw rada-rada kurang peduli. Lha, wong ultah sendiri saja kadang lupa je. Untung teman di rumah tidak protes. Sejak lama dia (terpaksa) maklum kalau pasangannya enggak romantis. Lha, bagaimana lagi, wong dapetnya yang ginian.
Kemarin malam kami (saya dan istri) curiga. Lho, kok, badan Si mas panas lagi. Ya, Sabtu lalu Si Mas memang demam tinggi. Suhu badannya sampai 38 derajat. Seperti kebiasaan kalau panas, Si mas enggak bisa tidur. Bibirnya dremilil (ngoceh) yang enggak jelas. Saya dan istri terpaksa begadang semalaman. Takut kenapa-kenapa, akhirnya Minggu pagi dibawa ke Polinlinik UIN. Dokter mendiagnose Si mas kena 

Komentar terakhir
pemerintah endonesa itu kayak anak abegeh
klo dlu emang yg tulisan plg bagus mas<